Language :

Sejarah

Sejarah SMK Bakti Ilham

Nama Bakti ilham ini lahir diwacanakan 2 (dua) tahun sebelum sekolah berdiri, dan sekolah ini direncanakan 15 tahun sebelum berdiri. Suatu hari dalam sebuah perbincangan antara Dr. H. E. Haetami, M.Ag. (Pendiri SMK Bakti Ilham) dengan ayahanda tercinta Mama K.H Ahmad Djazuli Alm. (Pendiri sekaligus sesepuh Pondok Pesantren Al- Ilham), dalam dialog tersebut munculah ide pembuatan sekolah, hal itu dilatarbelakangi pemikiran prospektus dengan melihat fenomena dan animo masyarakat yang hampir meninggalkan pendidikan non formal (Pesantren Salafiah) dan beralih pilihan untuk mengikuti pesantren yang berbasis sekolah (MTs dan MA).

Gagasan yang mencuat dari Dr. H. E. Haetami, M.Ag. adalah sekolah berbasis Agama yang berapiliasi ke Kementrian Agama akan tetapi gagasan tersebut tidak direspon oleh Mama K.H. Ahmad Djazuli (Alm) bahkan beliau mengemukakan gagasan agar didirikan Sekolah yang tidak memakai nama Agama bahkan lebih jauh berbasis skill atau keterampilan dengan istilah beliau Sekolah Teknologi Menengah (STM) dengan alasan: 1. Lingkungan pesantren Al-Ilham termasuk lingkungan industri dimana berdiri industri-industri. 2. Sebagian masyarakat sekitar perlu dibekali oleh keterampilan termaksud sehingga pada gilirannya merekan mempunyai pangsa pasar kerja untuk lingkungannya. 3. Siswa/siswi STM saat itu mempunyai kesan dimasyarakat kurang baik nakal-nakal dan suka tawuran, tutur beliau inilah lahan dakwah bagi kita dimana ketika mereka mengenyam pendidikan di STM dan memasuki dunia industri mereka telah dibekali ilmu-ilmu kepesantrenan dan keterampilan, dengan itu kita bisa meminimalisir tingkat kenakalan remaja dengan skill dan akhlak.

Gagasan tersebut diatas baru bisa dilaksanakan disaat pendiri sekolah telah menunaikan ibadah haji dengan Hj. Neneng Lina, S.Pd.I., M.M.Pd. (isteri) hampir disetiap saat-saat ijabah dan tempat-tempat ijabah pendiri bersama isterinya lalu berdo’a dengan :

 “ Ya Allah, Kuatkanlah dan berikanlah pertolongan-Mu agar kami bisa berbuat untuk membesarkan Pesantren-Mu yang didirikan oleh ayahanda tercinta”.

Merupakan sebuah kejaiban sepulangnya dari tanah suci ada sedikit uang yang tadinya diperuntukan bekal di tanah suci, atas kehendak Allah Swt ternyata uang tersebut tidak sempat dibawa ke tanah suci dan sepulangnya dari tanah suci ternyata uang sebesar 32 juta rupiah masih utuh dan berdasarkan ide istri pendiri (Hj. Neneng Lina , S.Pd.I., M.M.Pd.) harus jadi bangunan untuk sekolah. Akhirnya menjelmalah bangunan kecil nan sederhana yang kemudian bisa meloloskan untuk mengajukan ijin rencana ke Dina Pendidikan Kabupaten Bandung dengan bermodalkan 2 (dua) lokal bangunan tersebut berdirilah SMK Bakti Ilham, sebuah nama yang mencerminkan kemandirian dari Pesantren Al-Ilham akan tetapi sangat berkaitan dengan nama Al-Ilham yaitu SMK Bakti Ilham.

Alhamdulillah sejak didirikan bulan Maret pada tahun 2010 sampai sekarang telah mempunyai 14 Lokal Bangunan Representatif berlantai 3 (bisa dilihat di Beranda web). Dari tahun ke tahun banyak sekali kejadian-kejadian yang luar biasa diantaranya kemudahan rezeki untuk membangun juga kemudahan untuk melengkapi sarana praktikum para siswa seperti bantuan yang diperoleh, kemudian kekuatan dan kemudahan untuk membangun infrastruktur dsb. dan pendiri yakin itu semua adalah kehendak Allah yang Maha Kuasa yang telah mengabulkan do’a dan gagasan pendiri Pondok Pesantren Al-Ilham Mama K.H. Ahmad Djazuli.

Hingga saat ini SMK Bakti Ilham telah mengembangkan Paket Keahlian yaitu:

  1. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
  2. Teknik Kendaraan Ringan (TKR)
  3. Perbankan Syariah (PBS)

Pada tahun ajaran 2016/2017 terhitung keseluruhan jumlah peserta didik dari ketiga paket keahlian diatas yaitu 213 Peserta didik yang mayoritas bermukim disekitar lokasi SMK Bakti Ilham.

Cari

Facebook

Kegiatan Terbaru